Program Pascasarjana (PPS) UNIMEN Hadirkan Pakar dari Universiti Muhammadiyah Malaysia, Tekankan Pentingnya Bahasa Positif di Sekolah
By Admin on Feb 15, 2026 177x dibaca
Program Pascasarjana (PPS) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik melalui penyelenggaraan kuliah umum bertaraf internasional. Kegiatan ini menghadirkan pakar komunikasi pendidikan dari Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), yakni Dwi Santoso, S.Pd., M.Hum., Ph.D., yang juga dikenal sebagai dosen senior di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.

Kuliah umum yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UNIMEN, dosen Program Pascasarjana, mahasiswa S2 Pendidikan Dasar, serta mahasiswa S1 dari berbagai program studi. Suasana akademik terasa hangat dan inspiratif ketika Assoc. Prof. Dwi Santoso menyampaikan materi tentang komunikasi pendidikan dan peran bahasa dalam membentuk karakter peserta didik.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat penyampai materi, melainkan instrumen pembentuk psikologi dan karakter siswa. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar dalam memilih kata-kata yang digunakan di ruang kelas.
“Hindari menggunakan kata negatif dalam pembelajaran di sekolah. Ganti dengan kata-kata positif, karena hanya cara seperti ini pendidikan kita akan lebih baik,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.

Pesan tersebut disambut dengan refleksi mendalam dari para mahasiswa, terutama calon guru yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia pendidikan. Assoc. Prof. Dwi Santoso menjelaskan bahwa penggunaan bahasa negatif seperti “kamu tidak bisa”, “salah terus”, atau “tidak pintar” dapat membentuk mental block pada siswa. Sebaliknya, kalimat afirmatif seperti “kamu pasti bisa”, “ayo kita perbaiki bersama”, atau “kamu punya potensi besar” mampu membangun motivasi dan rasa percaya diri peserta didik.
Ia juga menekankan bahwa komunikasi pendidikan yang efektif harus berbasis empati, kesadaran psikologis, serta nilai-nilai humanistik. Guru, menurutnya, bukan hanya pengajar, tetapi juga komunikator, motivator, dan pembentuk peradaban. Bahasa yang digunakan guru akan membentuk iklim kelas, budaya sekolah, bahkan arah perkembangan karakter anak.
Kehadiran pakar komunikasi pendidikan dari Malaysia ini menjadi momentum penting bagi PPS UNIMEN dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis karakter. Pimpinan UNIMEN dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan Assoc. Prof. Dwi Santoso berbagi ilmu dan pengalaman internasional kepada sivitas akademika UNIMEN.
Kuliah umum ini juga menjadi bagian dari upaya PPS UNIMEN untuk membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap kolaborasi global, khususnya dalam bidang pendidikan dasar dan pengembangan kompetensi guru. Mahasiswa S2 Pendidikan Dasar memperoleh wawasan baru tentang pentingnya komunikasi transformatif dalam pembelajaran, terutama di era disrupsi digital yang menuntut pendekatan lebih humanis dan adaptif.
Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengaku terinspirasi oleh materi yang disampaikan. “Kami belajar bahwa menjadi guru bukan hanya soal menguasai materi, tetapi juga soal bagaimana memilih kata yang tepat untuk membangun masa depan anak-anak,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PPS UNIMEN menegaskan posisinya sebagai institusi yang terus bergerak maju dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, berjejaring internasional, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Pesan sederhana namun mendalam tentang kekuatan bahasa positif menjadi refleksi bersama bahwa perubahan besar dalam pendidikan dapat dimulai dari pilihan kata di ruang kelas.
Dengan menghadirkan akademisi berkelas internasional dari Universiti Muhammadiyah Malaysia seperti Assoc. Prof. Dwi Santoso, UNIMEN semakin memperkokoh langkahnya sebagai kampus yang progresif, kolaboratif, dan berkomitmen mencetak calon guru profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan komunikatif.
Kontributor: Elihami Abdul Hafid (Mahasiswa UMAM)